Kekalahan dari Islandia Mengakhiri Kebersamaan Roy Hodgson Bersama Inggris

Kekalahan Inggris atas Islandia berbuntut panjang. Selain Wayne Rooney dan rekan-rekan harus tersingkir dan pulang lebih cepat, mereka juga harus kehilangan Roy Hodgson yang memilih untuk mengundurkan diri dari kursi kepelatihan.

Hodgson berhasil membangkitkan harapan publik Inggris ketika tampil meyakinkan di babak kualifikasi Piala Eropa. Mereka menjadi satu-satunya tim yang berhasil menyapu bersih 10 pertandingan dan mengumpulkan 30 poin di puncak klasemen.

Torehan tersebut tentu menjadi garansi akan kesuksesan Inggris di Prancis. Akan tetapi laga pertama mereka kala berhadapan dengan Rusia tidak bisa dikatakan cemerlang. Setelah unggul satu gol, tim besutannya itu harus meraup satu angka usai Vasili Berezutski mencetak gol penyama kedudukan di babak injury time.

Baru di pertandingan kedua Inggris berhasil meraih poin penuh atas Wales yang merupakan salah satu kuda hitam di ajang kali ini. Namun di laga penutup Grup B mereka hanya bermain dengan skor kacamata sehingga harus lengser sebagai pemuncak klasemen dan hanya bercokol di posisi kedua.

Ekspektasi publik Inggris mencapai anti klimaks usai kekalahan mengejutkan atas Islandia di babak 16 besar dini hari tadi. Wajar saja, berisikan para pemain bintang yang telah mencicipi atmosfer kompetisi dan turnamen Eropa namun harus takluk atas Islandia yang notabene hanya berstatus sebagai tim kejutan, tentu membuat para pendukung Inggris kecewa.

Sebelumya, Hodgson juga sempat menuai kritikan usai tidak dipanggilnya beberapa pemain yang menunjukkan penampilan apik bersama timnya. Mark Noble serta Jermaine Defoe adalah sebagian contohnya, dua pemain tersebut menjadi nyawa bagi West Ham dan Sunderland dan mampu mengangkat performa tim.

Selain itu ia juga telah mencoret Danny Drinkwater yang merupakan salah satu pilar dari kesuksesan Leicester City merengkuh titel Liga Primer. Padahal sebelumnya gelandang yang telah mencetak dua gol dan tujuh asis bagi The Foxes itu telah masuk dalam skuat bayangan Inggris.

Hodgson ditunjuk untuk menjadi arsitek Inggris pada Mei 2012 silam, menggantikan Fabio Capello yang sebelumnya telah menjabat sebagai pelatih selama empat tahun. Ajang pertamanya adalah Piala Eropa 2012 yang diselenggarakan di Polandia dan Ukraina. Pria berusia 68 tahun itu hanya berhasil membawa Inggris melangkah hingga babak perempat final karena takluk atas Italia di ajang adu penalti.

Dua tahun berselang di ajang Piala Dunia, Hodgson gagal total. The Three Lions secara mengejutkan menjadi juru kunci Grup F setelah hanya mengantongi satu poin usai menelan kekalahan beruntun dari Italia dan Uruguay serta hanya bermain imbang melawan Kosta Rika.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *