Matikan Motor Serangan Wales, Kunci Inggris Raih Kemenangan

Inggris berhasil memperpanjang nafasnya dalam ajang Piala Eropa 2016 ini. Menghadapi Wales di Stade Bollaert-Delelis, Lens, pada Kamis (17/6) malam, Inggris berhasil meraih kemenangan melawan Wales dengan skor 2-1.

Kemenangan ini membuat Inggris membuka kembali peluangnya untuk lolos dari Grup B Piala Eropa 2016. Nasib mereka akan ditentukan dalam pertandingan terakhir melawan Slovakia.

Dalam pertandingan ini, Jamie Vardy dan Daniel Sturridge menjadi pahlawan dengan mencetak masing-masing satu gol pada babak kedua, membala satu gol yang dicetak oleh Gareth Bale pada babak pertama lewat tendangan bebas. Terkhusus bagi Vardy, ini adalah gol pertama yang ia cetak dalam turnamen internasional resmi.

Selain Jamie Vardy dan Daniel Sturridge yang patut mendapatkan pujian karena berhasil mengubah alur permainan Inggris yang terkesan buntu pada babak pertama, pujian juga pantas disematkan kepada seorang Roy Hodgson, pelatih timnas Inggris. Karena strategi yang ia buatlah, Inggris mampu meraih kemenangan pada pertandingan kali ini.

Dari sekian banyak strategi yang Hodgson terapkan dalam pertandingan kali ini, ada satu strategi juga yang menjadi kunci kemenangan Inggris atas Wales, yaitu dengan mematikan motor serangan Wales, Gareth Bale dan Aaron Ramsey.

Keberhasilan strateginya dalam mematikan dua pemain yang begitu moncer dalam pertandingan pertama melawan Slovakia ini membuat Wales kesulitan dalam menyerang. Tercatat, Wales hanya mencatatkan delapan tembakan dalam pertandingan tersebut.

Lalu, bagaimanakah strategi Hodgson yang mematikan Bale dan Ramsey tersebut? Hodgson paham bahwa kedua pemain ini memiliki speed yang cepat dan juga kemampuan one-on-one yang baik. Jika menjaganya hanya dengan satu pemain dengan sistem man-marking, maka akan mudah bagi Bale dan Ramsey untuk melepaskan diri. Oleh karenanya, ia langsung menerapkan sebuah strategi yang cukup berani.

Di kala Bale ataupun Ramsey memegang bola, maka para pemain Inggris, utamanya adalah pemain-pemain bertahan, langsung memberikan tekanan yang ketat kepada seorang Bale dan Ramsey. Tak jarang, bukan hanya satu atau dua pemain saja yang menekan Bale dan Ramsey. Tiga pemain pun tak jarang sampai mengepung salah satu dari kedua pemain ini. Hal ini membuat seorang Bale dan Ramsey menjadi terisolir di lini tengah.

Lalu, pemain manakah yang berjasa dalam mematikan seorang Bale dan Ramsey ini? Ada tiga pemain kunci di sini yang membuat gerak Bale dan Ramsey menjadi tidak begitu leluasa. Tiga pemain itu adalah Gary Cahill, Chris Smalling, dan gelandang bertahan yang juga bermain gemilang dalam pertandingan melawan Rusia, Eric Dier.`

Tiga pemain inilah yang membuat gerak Bale dan Ramsey menjadi tidak begitu berkutik pada babak pertama dan juga kedua. Saat Bale ataupun Ramsey menguasai bola, tak jarang ketiga pemain ini langsung memotong bola ataupun mengurung Bale dan Ramsey agar tidak melaju lebih jauh ke dalam pertahanan Inggris.

Meski terlihat riskan, namun, ternyata strategi ini cukup ampuh untuk mematikan dua pemain tersebut. Seperti yang dilihat pada gambar di atas, Bale dan Ramsey tidak bisa ke manana-mana dan berkutat di tengah saja. Serangan Wales pun tersendat, yang pada akhirnya membuat Wales kesulitan untuk mencetak gol.

The Dragons juga bukannya tidak paham akan situasi ini. Pelatih Wales, Chris Coleman, langsung memasukkan penyerang yang lebih mobile pada babak kedua, yaitu Jonathan Williams, untuk mempertajam serangan Wales sekaligus membuka ruang bagi Bale dan Ramsey agar lebih mudah untuk bergerak. Tapi, strategi ini tidak berfungsi karena pada akhirnya bola memang lebih banyak diberikan kepada Bale dan Ramsey, untuk kemudian dihalau oleh lini pertahanan Inggris.
Setidaknya, untuk saat ini Hodgson pantas untuk diberi pujian karena menerapkan sebuah strategi yang baik dan pada akhirnya berefek pada kemenangan Inggris. Menarik untuk dinantikan apakah strategi yang akan digunakan oleh Hodgson dalam pertandingan terakhir melawan Slovakia nanti, karena tentunya Slovakia akan bermain lebih liat dan lebih gigih dalam melawan Inggris nanti.

Untuk sekarang, mari beri applause kepada Hodgson, karena dirinya dapat mengeluarkan sebuah strategi cerdas yang mampu membawa Inggris kepada kemenangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *